Langsung ke konten utama

Postingan

Hidup yang saya pilih

Terlalu lama saya tidak menulis sejak tulisan terakhir itu. Banyak pengalaman cerita yang akhirnya terlewat begitu saja. Bukan karena tidak ingin membagi, tetapi sungguh saya sebenarnya hanya tidak sempat. Tidak sempat lagi membuka halaman ini dan menulis. Rasanya Hidup saya dalam satu tahun terakhir ini berlalu dengan sangat cepat. Bukan karena tidak ada apa-apa tapi karena terlalu banyak yang yang terjadi. Setelah saya menulis tulisan terakhir saya, saya tidak menyangka bahwa program kami inkubasi perbatasan dapat dilaksanakan dan mendapat hasil yang memuaskan. Bisa dibayangkan bagaimana perjalanan kami dalam mempersiapkan hal tersebut, menjemput mereka di perbatasan. Setelah itu saya disibukkan dengan mencari uang pada suatu penelitian dan kemudian saya berangkat melihat negeri lain bersama 3 orang perempuan keren selama 14 hari. Betapa banyak yang terjadi dalam 5 bulan ini. Saya tidak menjanjikan akan menuliskan semuanya dalam blog ini tapi saya ingin membagi cerita dan pengal...

Perjalanan Waisak 2013

Perjalanan ini berawal dari seorang teman yang tiba-tiba meminta kami mengirimkan nama dan nomer KTP kepadanya. Rupanya dia mendaftarkan kami pada suatu trip Waisak On Borobudur. Akhirnya kami bertiga pun berangkat pada tanggal 24 Mei 2013. Awalnya saya pikir pasti perjalanan ini seru sekali, sebab seringkali kita dengar cerita orang-orang dan para blogger yang bercerita tentang pelaksanaan waisak ini. Prosesi awal dimulai dari candi mendut yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi di candi borobudur dan akan ditutup dengan menerbangkan lampion-lampion ke angkasa pada malam hari. Saya pikir pasti akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Singkatnya saya dan beberapa teman tidak dapat mengikuti rangkaian acara di candi mendut sehingga kami pun menyusul langsung ke candi borobudur. Disana memang keadaan sangat padat di luar pintu masuk sehingga semua orang berhimpit-himpitan layaknya menonton konser. Saat mengantri itu saya melihat berbagai macam orang dari berbagai negara. Ini m...

Tentang Bola, Lembaga, dan Indonesia

Tentu bukan suatu kabar yang mengagetkan bagi penikmat bola di negara ini jika dunia sepak bola sedang kacau-kacaunya disini. Sebuah negara yang bahkan skuadnya bukan yang terbaik di dunia, sebuah negara yang bahkan saat ini berada di peringkat 170an dunia, sebuah negara yang selalu memiliki mimpi dan harapan bagi Timnasnya. Kekacauan itu melibatkan 2 lembaga yang menaungi sepak bola di Indonesia, PSSI dan KPSI. PSSI tentu saja kita kenal kiprahnya di negeri ini. Suatu lembaga yang dihujat-hujat pada beberapa tahun terakhir karena banyak masalah intern dan manajemen yang mengecewakan masyarakat. Akhirnya muncullah KPSI, siapa dia? Sebuah lembaga yang bernama Komunitas Penyelamat Sepak Bola Indonesia. Lembaga ini..tidak saya lebih suka menyebutnya organisasi. Organisasi ini muncul sebagai respon atas ketidakpuasan pengelolaan sepak bola Indonesia selama ini oleh PSSI. Sebuah langkah yang bagus untuk melakukan kritik. Namun rupanya organisasi ini tidak saja memberikan teror dan kritik...

little things that sweet

Karate saya kenal sejak saya masih duduk di Sekolah Menengah Pertama. Sebuah ekskul yang awalnya memang hanya ikut-ikutan, namun ternyata saya betah. Hingga kini saya betah. Selalu disini saya merasa menjadi diri sendiri. Lepas, bebas. Sejak menginjakkan kaki di perguruan tinggi, UI tepatnya. Hal pertama yang saya cari adalah karate. Kecanduan mungkin. Namun dia tidak ada. Saya pun akhirnya mencari, menjajal berbagai ukm dengan harapan saya menemukan sebuah rasa. Rasa seperti yang saya temukan di karate. Namun tidak ada. Tapi akhirnya tuhan memberikan jalan lain atas kecanduan saya. Saya dipertemukan dengan teman-teman yang juga kecanduan. Entah bagaimanapun caranya, bahkan hingga saat ini saya masih heran bisa bertemu pecandu sebanyak ini. Akhirnya saya pun menemukan morfin saya disini. Beberapa waktu lalu kami mengikuti kejuaraan di daerah ciputat. Saya memperhatikan pertandingan anak-anak usia sekolah dasar. Dalam suatu pertandingan terjadi kecelakaan, salah satu peserta terkena p...

Hilang

Beberapa teman saya dinyatakan hilang dalam seminggu ini. Bukan hilang karena penculikan teman facebook, bukan hilang karena ditipu orang, bukan hilang karena dipaksa, tapi mereka hilang karena mereka ingin hilang. Mereka pergi ke dalam dunia mereka sendiri, dunia yang tak terjangkau tangan-tangan kami. Segala usaha yang kami lakukan tidak kurang, mulai dari bbm,sms,telpon, wall, tweet, dll. Tapi mungkin dunia jenis itu tak ada sinyal. Tak pernah ada balasan. Ketika mereka hilang dan merasa kesepian tak ada siapapun di dunianya, kami pun merasa kehilangan. Kehilangan seseorang yang biasanya hadir, walau hanya melalui media teknologi maupun dunia maya. Sedang marakkah fenomena hilang ini? entahlah.. yang pasti lebih dari seorang teman saya hilang, pergi. Bukan raganya yang pergi tetapi pikiran dan hatinya. Sedangkan kami..tetap disini, di tempat kami berdiri..tak beranjak. Kami tak pernah tahu jalan menuju dunia itu, seandainya kami tahu..maka kami akan menjemput teman kami yang hilang....

Perempuan 4 Tahun Ini

Terkadang rasanya dada ini sesak, penuh. Penuh akan ide-ide dan segala pemikiran yang ingin dituliskan. Namun seringkali tak tahu harus mulai darimana. Ini cerita tentang perempuan-perempuan unik yang saya kenal 4 tahun ini. Perempuan-perempuan dengan berbagai latar belakang dan bermacam kepribadian. Terserah kalau kalian bilang ini geng, peer group , teman dekat, sahabat. Ada perempuan yang kuat, ada yang lemah. Ada yang diam, ada yang berisik. Ada yang tenang, ada yang menggebu penuh emosi. Ada yang mandiri, ada yang manja. Ada yang kaya, ada yang seadanya. Ada yang cantik, ada yang biasa saja. Ada yang akademisi, ada yang sporty. Ada yang tegas, ada yang lenjeh. Ada yang rajin, ada yang malas. Semuanya rasanya lengkap. Semua karakter memiliki pasangannya. Jangan harap menemukan pertemanan yang biasa disini, yang tenang dan tertawa-tawa manis seperti perempuan-perempuan lain jika berkumpul. Tidak. Perempuan-perempuan ini tidak jarang bertengkar, saling berteriak satu sama lain tapi m...
Bagaimana cerita selama saya berada di Desa Nanga Seran yang bahkan sudah saya anggap seperti rumah saya sendiri dan segala sesuatu yang saya dan sahabat-sahabat saya temukan disana. Semuanya bisa dilihat di blog jejak2kecil.wordpress.com Tetap saya yang menulis, walaupun tidak seperti penulis-penulis lain saya hanya ingin membagikan cerita ini pada siapapun yang ingin membacanya.

Sebuah Perjalanan Tak Disesalkan : Sebuah Awal

Sekian lama tak menulis saya takut lupa caranya menulis. Walaupun mungkn tulisan kali ini tak sepadan tulisan sebelumnya, namun saya yakin apa yang saya tulis sepadan untuk selalu dikenang. Hampir 2 bulan yang lalu saya mengikuti serangkaian proses seleksi K2N UI yant terdiri dari penulisan essay sampai dengan wawancara. Saya lolos seleksi dan mendapatkan status sebagai calon peserta K2N UI, namun ternyata seperti apa yang saya takutkan terjadi. Jadwal kegiatan K2N ini berbenturan dengan jadwal liburan saya bersama teman-teman saya. Egois mungkin menurut anda jika saya meninggalkan kegiatan K2N ini hanya gara-gara liburan bersama teman-teman saya. Ini bukan liburan biasa seperti yang anda pikirkan kawan, saya bersama teman-teman kriminologi berencana untuk menginjakkan kaki kami di puncak Mahameru, puncak gunung tertinggi di pulau ini. Suatu kesempatan yang tak mudah didapatkan tentu saja. Segala keraguan saya untuk mengikuti K2N semakin lama semakin meningkat. Hal ini disebabkan kar...

Mengingat yang Lalu

Entah kenapa hari ini.. saya mengingat masa yang telah lalu.. masa dimana dengan semangat juang yang tinggi.. pergi menyambut asa.. bersama dengan segelintir orang.. yang sudah tak lagi peduli dengan apa yang terjadi di sekitar.. yang diingat hanya latihan dan kemenangan.. pukulan-pukulan tak terelakkan dari kawan.. serasa seperti ungkapan sayang.. malam demi malaam dilalui bersama.. tak peduli kata orang.. tak peduli bagaimana orang hendak menjatuhkan kami.. kami tetap berdiri.. Semangat demi semangat yang saling ditularkan.. terasa nyata di hati.. bahwa bukan sekedar basa-basi.. tapi sebuah kesungguhan hati.. Suasana hari itu.. dimana tak ada siapapun yang menjadi tempat bergantung.. akhirnya kita saling bergandeng tangan.. saling membantu dan berharap.. tak peduli dengan hasil yang didapat.. kami selalu pulang dengan penuh semangat.. semangat untuk menghabiskan malam-malam berikutnya.. tak pernah kutemukan lagi suasana itu.. malam-malam itu.. candaan itu.. ...

21 Desember 2011

saya menulis ini karena sebuah selebaran berwarna biru.. Departemen Kriminologi selama sepekan ini memang sedang ramai mempromosikan anti teror di lingkungan FISIP dan UI.. hanya saja selebaran biru itu serasa menyentil hati saya.. Sebuah tulisan dengan judul "UI Sarang Teroris" menjadi headline.. Saya melihat bahwa segala tindakan yang dilakukan oleh BNPT bersama dengan Departemen Kriminologi dalam upaya sosialisasi tindakan anti kekerasan dan anti teror tidak memojokkan siapapun.. Namun dalam selebaran biru itu ditulis bahwa upaya-upaya penanganan atau pencegahan terorisme di Indonesia terlalu memojokkan suatu agama tertentu yaitu agama islam. Selebaran itu mengatakan bahwa penemuan senjata di UI adalah memojokkan aktivis dakwah islam yang berjuang demi tegaknya islam dengan ikhlas.. saya merasa tidak ada yang salah dengan penemuan senjata itu, yang salah adalah meletakkan senjata itu di lingkungan UI. Kecurigaan akan selalu muncul jika ada pemicunya. Bagaimana bisa ...

Pria itu

Udah lama juga nih gak nulis.. Hari ini berjalan lagi gw ke tempat magang yang dulu Ada suatu kejadian yang bikin gw pengen banget nulisnya disini Hari ini emang inspired banget. Dalam commuter tujuan depok, gw bersama seorang teman duduk santai sambil ngobrol. Tiba-tiba datang seorang ibu-ibu dan anaknya. Langsunglah gw ama temen gw berdiri ngasih tempat duduk si ibu. Yah gw sadarlah masih muda juga gw.. Ketika gw udah berdiri, gak lama ada pasangan kakek-nenek masuk. Berhubung krl penuh jadilah dia berdiri. Satu hal yang bikin gw kesel. Ada seorang pria dengan simbol keislamannya seperti celana ngatung, jenggotan, jidat item, bawa-bawa buku islam tepat duduk di depan si nenek. Dia lagi baca buku islam gitu. Dan bahkan dia nggak berdiri nyerahkan tempat duduknya. Gw gak tau lagi.. Inikah perilaku orang yang menggunakan segala simbol dan atribut itu? apa semua simbol itu jadi membekukan hati? entahlah gw gak tahu.. Segitu jauh kau sembah tuhanmu, tapi kau lupakan sekitarmu? loy...
Nominal 700 rb di Ibu Kota Jakarta Sebenarnya kejadian ini sudah lama sekali tapi berhubung saya lagi pengen ketik-ketik jadi gsaya tulislah pengalaman itu. Waktu itu saya baru saja keluar dari sebuah pusat perbelanjaan di kota Depok, kemudian saya pulang dengan menggunakan angkutan umum. Di dalam angkutan tersebut terdapat 2 orang penumpang yang cukup mencolok. Kedua penumpang tersebut adalah perempuan. Saya katakan mencolok karena mereka mengenakan pakaian yang terlihat modis dan salah satu perempuan tersebut mengenakan sebuah kalung yang bertuliskan nama perempuan tersebut. Kalung tersebut terlihat cukup wah bagi saya mungkin emas putih, atau mungkin hanya perhiasan palsu..ah entahlah. Kedua perempuan tersebut membawa barang belanjaan yang cukup banyak, saya taksir sih baju. Kemudian secara tidak sengaja saya mendengar obrolan mereka (bukan bermaksud nguping sih tapi memang saya sedang sendirian jadi tidak ada teman ngobrol). A: Perempua...

Kisah dalam diamnya kami

tadi pagi sepulangnya dari tempat magang. Saya dan seorang teman yang bernama siti pranawa dalam perjalanan pulang dengan naik angkot ke arah st.kota. Di dalam angkot itu rupanya dinaiki oleh sekelompok pencopet. Kami sebenarnya sudah merasa gelagat buruk itu ketika mereka satu persatu mulai naik. Kami bisa melihat kode yang mereka gunakan untuk memulai aksinya. Kami bisa melihat tipuannya, pengalihannya, gerakannya. Dan bahkan saya melihat pelaku memasukkan uang tersebut ke dalam kantongnya.Korban adalah seorang bapak-bapak tua. Kalian tahu teman, rasanya kami tidak berguna disana. Dengan semua ilmu Kriminologi yang kami miliki, kami tetap tak bisa berkutik. Kami hanya bisa diam. Tapi teman biar saya ceritakan sedikit tentang keadaan di angkot itu. Jadi sebelum kelompok pencopet itu naik penumpang hanya terdiri dari saya, teman saya yang sama-sama seorang perempuan, seorang anak smp laki-laki, 3 orang bapak-bapak tua (manula) dan seorang perempuan yang juga manula. Kelompok pencopet t...
lupakan aku bila itu terbaik untukmu jangan pernah kau tanyakan cinta dan ketulusan yang kau pun tak punya biarlah aku akan pergi tinggalkan semua cinta ini selamanya
Anda yang menorehkan.. Saya yang kesakitan.. Anda yang bersenang.. Saya yang menyedihkan.. Awalnya saya begitu mempercayai anda.. Tak peduli apapun.. Saya mengenal anda sejak lama.. namun itu semua tidak cukup untuk menjadi alasan.. Agar anda tidak melukai saya.. Seharusnya anda kesakitan seharusnya anda menderita Akibat pembalasan saya.. Tapi ternyata lagi-lagi saya yang menderita Lagi-lagi saya yang tersiksa Seharusnya Anda Sudahlah... Tuhan memberi jalan bahagia yang berbeda Semoga kita mendapat kebahagiaan

Tersenyum Kecil

Sebuah cerita dalam hidup ini resmi terlewati Senang melewatinya.. banyak pengalaman berharga yang diraih.. walaupun tidak menjadi pemenang.. hal ini memang menyenangkan.. saya tidak menyesal mengalami kekalahan saya tidak kecewa karena saya telah memberikan yang terbaik dari saya.. Saat ini saya bisa tersenyum kecil.. dengan membawa kebanggaan dalam hati.
hanya dengan melihatnya.. tak bisa kupungkiri aku mengaguminya.. siapa dia... tak perlu kau tahu kawan... mungkin getaran itu tidak sama seperti sebelumnya.. tidak sekuat hasrat yang pernah singgah di hati ini.. tetapi semakin hari..semakin mencari... hadirnya sebuah getar halus dalam hati saat melihatnya... tak bisa menjadi impiannya.. tak bisa menyandingnya.. tak bisa menjadi temannya.. memang karena hati ini tak bisa.. diri ini tak mampu... sudahlah kawan.. kau tak perlu tahu.. biarlah ini jadi rahasia hati dan diri.. cukup sebuah senyum untuk menjawab kalian.. biar semua berjalan dengan sendirinya.. biar semua mengalir seperti air... tak ada yang mengatur dan memotong cerita itu... biar saja menjadi apa... tak ada yang akan menyesalinya..

Perempuan Kota Pinggiran

Tahukah anda dengan segala ilmu tetang feminisme mengiang di kuping saya... saya tetap tak bergerak... Tahukah anda dengan segala sikap yang saya miliki.. saya tetap tak bergerak... Tahukah anda dengan semua teman dan kawan yang saya miliki... saya tetap tak bergerak... Bukan tak mau bergerak...tapi tak bisa... walaupun manusia bebas melakukan apapun menurut dirinya tanpa dipengaruhi oleh apapun... namun rupanya saya masih merupakan perempuan hasil didikan kota pinggiran yang tak mengenal feminisme.. produk masa lalu yang tak mengenal emansipasi.. walaupun hampir 3 tahun konsep feminisme terngiang di telinga dan berputar dalam pusaran di otak saya... namun dalam hati saya tidak pernah menganggap ada yang salah dengan kehidupan kami ya..kami..perempuan kota pinggiran... yang terperangkap dalam segala keruwetan norma sosial nasyarakat yang serba membatasi.. bisa memecahkan batasan itu.. tapi hati selalu menolak melakukannya.. apa daya... inilah kami...perempuan kota ping...

Nguping Kober 27 Desember 2010

Ini memang perjalanan pendek yang biasa.. Rute Kontrakan-FISIP UI memang biasa ditempuh tiap harinya.. tapi hari ini jadi luar biasa... saya bisa senyum2 si tengah panasnya mentari di siang hari.. Saya mengunci pintu kontrakan tepat pukul 13:00.. saya langkahkan kaki menuju warteg andalan kami.. saya pesan makan dan segelas es teh manis.. sambil makan saya dengar percakapan mas2 di warteg itu "Sebenernya pas  Arif masuk lumayan tuh" "iya sayang telat" Baiklah saya kelar makan dan melanjutkan perjalanan saya saya melalui tempat tukang ojek mangkal lagi-lagi saya mendengar percakapan mereka "wah itu malaysia memang curang" "Tapi kemaren mainnya juga ga bagus mas" "iya sih ya"  Selanjutnya saya menyebrang jalan menuju gang kober siang itu suasana sepi dan para penjual sedang kongkow2.. saya sampai di depan tempat printer andalan kami.. "Mas kemaren liat gak itu" "Wah liat kemaren dirumah" "Ini nanti ...