Beberapa teman saya dinyatakan hilang dalam seminggu ini. Bukan hilang karena penculikan teman facebook, bukan hilang karena ditipu orang, bukan hilang karena dipaksa, tapi mereka hilang karena mereka ingin hilang. Mereka pergi ke dalam dunia mereka sendiri, dunia yang tak terjangkau tangan-tangan kami. Segala usaha yang kami lakukan tidak kurang, mulai dari bbm,sms,telpon, wall, tweet, dll. Tapi mungkin dunia jenis itu tak ada sinyal. Tak pernah ada balasan. Ketika mereka hilang dan merasa kesepian tak ada siapapun di dunianya, kami pun merasa kehilangan. Kehilangan seseorang yang biasanya hadir, walau hanya melalui media teknologi maupun dunia maya. Sedang marakkah fenomena hilang ini? entahlah.. yang pasti lebih dari seorang teman saya hilang, pergi. Bukan raganya yang pergi tetapi pikiran dan hatinya. Sedangkan kami..tetap disini, di tempat kami berdiri..tak beranjak. Kami tak pernah tahu jalan menuju dunia itu, seandainya kami tahu..maka kami akan menjemput teman kami yang hilang. Karena ketika bersama..tak ada lagi kata hilang.
Welcome 2016!! Rupanya tahun 2016 dibuka dengan suatu kejadian luar biasa di Jakarta. Pada tanggal 14 Januari 2016 terjadi teror bom di Sarinah. Mungkin kalian sudah melihat dan membaca berita mengenai hal tersebut dimana-mana. Bahkan pihak Humas Polda Metro Jaya sudah mengeluarkan kronologi kejadian pada hari tersebut (mungkin bisa dibaca disini ). Sasaran dari teror bom tersebut adalah Starbucks Cafe dan Pos Polisi. Korban meninggal akibat aksi terorisme ini berjumlah 7 orang. Sebelumnya saya akan mengingatkan bahwa tulisan saya agak-agak akademis hahahha. Sebab kali ini saya memutuskan untuk memberikan opini saya sendiri terkait kejadian ini. Kegagalan Badan Intelijen Baiklah.. ini memang menjadi pertanyaan besar ketika suatu aksi terorisme terjadi di suatu negara. Tentu ingat kan bom Paris yang menghebohkan di tahun lalu, pertanyaan yang muncul juga "apakah badan intelijen Paris kecolongan?" menurut saya itu mungkin. Tetapi seorang teman saya mengatakan "Bisa saja...
Komentar
Posting Komentar