Langsung ke konten utama

Mengingat yang Lalu

Entah kenapa hari ini..
saya mengingat masa yang telah lalu..
masa dimana dengan semangat juang yang tinggi..
pergi menyambut asa..
bersama dengan segelintir orang..
yang sudah tak lagi peduli dengan apa yang terjadi di sekitar..
yang diingat hanya latihan dan kemenangan..
pukulan-pukulan tak terelakkan dari kawan..
serasa seperti ungkapan sayang..
malam demi malaam dilalui bersama..
tak peduli kata orang..
tak peduli bagaimana orang hendak menjatuhkan kami..
kami tetap berdiri..
Semangat demi semangat yang saling ditularkan..
terasa nyata di hati..
bahwa bukan sekedar basa-basi..
tapi sebuah kesungguhan hati..
Suasana hari itu..
dimana tak ada siapapun yang menjadi tempat bergantung..
akhirnya kita saling bergandeng tangan..
saling membantu dan berharap..
tak peduli dengan hasil yang didapat..
kami selalu pulang dengan penuh semangat..
semangat untuk menghabiskan malam-malam berikutnya..
tak pernah kutemukan lagi suasana itu..
malam-malam itu..
candaan itu..
mungkin kini memang raga kita tak lagi satu..
tapi kenangan masa itu masih kukuh..
setiap kita bertemu takkan habis cerita itu..
mencoba membangun segalanya dari nol..
mencoba berdiri dan berlari..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Completely Sad

Ya…judul ini benar-benar merepresentasikan perasaan saya saat ini. Bagaimana tidak? Setelah beberapa bulan terkahir ini saya berdiam diri dan menyaksikan carut-marut kehidupan social-politik di Jakarta kali ini saya tak tahan. Bukankah menulis adalah salah satu bentuk terapi…saya benar-benar butuh sarana untuk menyalurkannya. Katakanlah saya tidak punya hak untuk masalah dukung siapa di pilkada DKI toh KTP saya juga masih Jawa Timur. Tapi ini bukan tentang pilkada..ini bukan tentang politik..ataupun tentang mantan gubernur dan gubernur baru yang terpilih. Ini tentang kehidupan social, bernegara dan cara berpikir. Picture Source: Google.com Setelah beberapa peristiwa sedih yang saya alami maka kejadian ini menggenapkan kesedihan itu. Baiklah saya mulai saja..pada tanggal 12 Mei 2016 saya berangkat ke daerah Jakarta. Saya tinggal di daerah Depok, sehingga menuju Jakarta saya kerap memilih naik commuter line karena lebih cepat dan murah. Pagi ...

Sepulangnya Saya

Pada bulan Agustus 2010 saya memang pergi mengunjungi Pare, Kediri. Sebuah dusun yang terkenal dengan kampung Inggrisnya, desa Tulungrejo namanya. Awalnya saya merencanakan kunjungan ini dan berniat menuntut ilmu selama sebulan di desa ini dengan beberapa teman-teman saya yaitu popz,moth,yes,mang,mbong (bukan nama sebenarnya.red) Namun akhirnya seperti biasa..rencana tinggallah rencana..semuanya kandas pada bulan juli. Akhirnya dengan niat yang sudah terpatri dalam hati saya memutuskan untuk tetap pergi ke Pare sendirian. Takut? tentu saja..saya tidak pernah kesana..tidak punya teman disana..dan modal saya hanya informasi dari internet dan sedikit kenakatan. Ternyata hanya berbekal seperti itu saya sampai juga di Pare. Saat itu saya berangkat tanggal 9 Agustus 2010 naik kereta ekonomi yaitu KA Brantas yang harganya 49 ribu dari manggarai jam setengah 4..dan sialnya saat itu udah masuk masa liburan dan pulang kampung..alhasil ramai sekali dan saya tidak dapat tempat duduk...wooohhooo.....

Tentang Perempuan

Sebuah perjalanan saya akhirnya membawa saya pada sebuah pertanyaan dan rasa ingin tahu yang luar biasa. Sebenarnya perjalanannya biasa saja, perjalanan dengan tujuan menghadiri hari bahagia seorang teman dan bagian dari keluarga baru saya. Sebuah pernikahan memang selalu terlihat membahagiakan bagi semua pihak, segala doa pun di panjatkan untuk kedua mempelai. Hingga akhirnya wejangan dan nasihat para orang tua pun diucapkan. Satu wejangan dari ustadz setempat itulah yang akhirnya membuat saya bertanya dan akhirnya mencari. Beliau mengutip sebuah hadist dari Abu Hurairah yang berbunyi: "Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu kecantikannya, hartanya, keturunannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung" Hadist ini juga ada di dalam hadist riwayat Imam Bukhari no. 5090 dan hadist riwayat Muslim no. 1466. Ini adalah hasil penelusuran saya pribadi atas dasar ucapan ustadz tersebut. Karena saya tidak mau terjebak ...