Terkadang rasanya dada ini sesak, penuh. Penuh akan ide-ide dan segala pemikiran yang ingin dituliskan. Namun seringkali tak tahu harus mulai darimana. Ini cerita tentang perempuan-perempuan unik yang saya kenal 4 tahun ini. Perempuan-perempuan dengan berbagai latar belakang dan bermacam kepribadian. Terserah kalau kalian bilang ini geng, peer group, teman dekat, sahabat. Ada perempuan yang kuat, ada yang lemah. Ada yang diam, ada yang berisik. Ada yang tenang, ada yang menggebu penuh emosi. Ada yang mandiri, ada yang manja. Ada yang kaya, ada yang seadanya. Ada yang cantik, ada yang biasa saja. Ada yang akademisi, ada yang sporty. Ada yang tegas, ada yang lenjeh. Ada yang rajin, ada yang malas. Semuanya rasanya lengkap. Semua karakter memiliki pasangannya. Jangan harap menemukan pertemanan yang biasa disini, yang tenang dan tertawa-tawa manis seperti perempuan-perempuan lain jika berkumpul. Tidak. Perempuan-perempuan ini tidak jarang bertengkar, saling berteriak satu sama lain tapi mereka tak pernah jera. Bertemu dan berkumpul kembali pada setiap kesempatan yang tersedia. Tak ada sakit hati. Tak tahu kenapa kami bertemu dan bersatu. Entah apa yang menyatukan kami. Tapi perempuan-perempuan ini tidak pernah mengecewakan satu sama lain. Selalu ada dengan teriakannya, selalu hadir dalam segala perdebatannya, selalu muncul dengan uluran tangan terbuka pada setiap tetes air mata yang terjatuh dari tempat yang semestinya. Ocehan-ocehan yang berarti peduli, perdebatan yang menyadarkan, belaian yang menenangkan, uluran tangan yang menguatkan, dan pelukan yang menghangatkan. Tak pernah berubah hingga saat ini, malam ini. Semoga perempuan-perempuan itu tidak pernah lupa akan rasa yang menyatukan mereka, walaupun sejatinya mereka tak pernah tau apa yang menyatukan mereka.
Welcome 2016!! Rupanya tahun 2016 dibuka dengan suatu kejadian luar biasa di Jakarta. Pada tanggal 14 Januari 2016 terjadi teror bom di Sarinah. Mungkin kalian sudah melihat dan membaca berita mengenai hal tersebut dimana-mana. Bahkan pihak Humas Polda Metro Jaya sudah mengeluarkan kronologi kejadian pada hari tersebut (mungkin bisa dibaca disini ). Sasaran dari teror bom tersebut adalah Starbucks Cafe dan Pos Polisi. Korban meninggal akibat aksi terorisme ini berjumlah 7 orang. Sebelumnya saya akan mengingatkan bahwa tulisan saya agak-agak akademis hahahha. Sebab kali ini saya memutuskan untuk memberikan opini saya sendiri terkait kejadian ini. Kegagalan Badan Intelijen Baiklah.. ini memang menjadi pertanyaan besar ketika suatu aksi terorisme terjadi di suatu negara. Tentu ingat kan bom Paris yang menghebohkan di tahun lalu, pertanyaan yang muncul juga "apakah badan intelijen Paris kecolongan?" menurut saya itu mungkin. Tetapi seorang teman saya mengatakan "Bisa saja...
Komentar
Posting Komentar