Langsung ke konten utama

Toko Ebook

Beberapa bulan terakhir ini saya tertarik dengan buku-buku karya Haruki Murakami. Kemaren baru saja saya merampungkan salah satu bukunya yang berjudul 1Q84 level 2. Sejak itu saya jadi tertarik dan mencari-cari buku-buku karya Haruki Murakami. Tiba-tiba terbersitlah pengen baca versi inggrisnya..hahaha...cari sana-sini ternyata banyak dijual secara online seperti di amazon.com tapi ya sebagai mahasiswa ini mana mampu duitnya buat beli gituan. Beli satu buku aja bisa tekor uang makan sebulan. Mahaaallll coy...

Tapi ternyata di twitter saya menemukan tukang jualan ebook yaitu @electrabooks_ dan kemudian saya lihat instagramnya disini http://instagram.com/electrabookstore menarik sih. Tapi memang toko ini sepertinya masih baru beroperasi jadi masih sedikit dan belum ada testimoni seperti penjual-penjual yang sudah terpercaya. Agak gak yakin sih awalnya tapi akhirnya saya coba kontak adminnya dan menanyakan buku koleksi Haruki Murakami dan viola...saya pun dikirimi katalog ebook karya-karya Haruki. Rupanya selain novel-novel populer dia juga menyediakan ebook-ebook lain yang biasa digunakan untuk menulis karya tulis macam skripsi, tesis, dan disertasi. 

Saya jadi penasaran ebook apa saja yang dimiliki toko ini, akhirnya saya tanyakan kembali perihal katalog lengkapnya. Adminnya jujur sih bilang kalo seluruh database yang dimiliki belum selesai diinput, mungkin bisa request saja ebooknya judulnya apa pengarangnya siapa nanti mereka yang mencari dalam databasenya. Untuk sementara saya dikirimi katalog yang seadanya..hahahha

Masih belum yakin sih 100% tapi ya sudahlah saya coba memesan beberapa ebook..toh hargany ajuga murah bangett buat mahasiswa. Cuma 5 ribu aja setiap judulnya, udah kaya harga Jus Mangga di Takor sih..mahalan jus mangga malah. Yaudahlah ya kalo seandainya ni toko palsu ilang duit juga cuma 20 ribu..nothing to lose lah..

Eh, tapi ternyata ni toko ebook beneran kok bukan toko abal-abal...hahahhaa...dikirimilah gw via email ebook-ebook pesenan..muahahhaha....kece sih. Cepet banget prosesnya, walaupun banyak nanya tetep diladenin ama adminnya, recomended lah pokoknya. Apalagi buat yang cari-cari bahan buat kuliah, nulis tugas, atau yang lagi skripsian, tesisan, atau disertasian enak nih..tinggal search google, catet, tanyain deh ke si @electrabooks_ ini. Kalo via tweet emang suka agak lama sih mending Whats App deh. Pokoknya mayannn banget nih toko murah, pas buat mahasiswa yang kantongnya tipis..silahkan di cek sendiri instagram ama twitternya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bom Sarinah: Dari Gagalnya Intelijen Hingga Counter-Terrorism ala Netizen

Welcome 2016!! Rupanya tahun 2016 dibuka dengan suatu kejadian luar biasa di Jakarta. Pada tanggal 14 Januari 2016 terjadi teror bom di Sarinah. Mungkin kalian sudah melihat dan membaca berita mengenai hal tersebut dimana-mana. Bahkan pihak Humas Polda Metro Jaya sudah mengeluarkan kronologi kejadian pada hari tersebut (mungkin bisa dibaca disini ). Sasaran dari teror bom tersebut adalah Starbucks Cafe dan Pos Polisi. Korban meninggal akibat aksi terorisme ini berjumlah 7 orang. Sebelumnya saya akan mengingatkan bahwa tulisan saya agak-agak akademis hahahha. Sebab kali ini saya memutuskan untuk memberikan opini saya sendiri terkait kejadian ini. Kegagalan Badan Intelijen Baiklah.. ini memang menjadi pertanyaan besar ketika suatu aksi terorisme terjadi di suatu negara. Tentu ingat kan bom Paris yang menghebohkan di tahun lalu, pertanyaan yang muncul juga "apakah badan intelijen Paris kecolongan?" menurut saya itu mungkin. Tetapi seorang teman saya mengatakan "Bisa saja...

Nasionalisme Kami, Nasionalisme Bola

Entah sebuah kebahagiaan atau sebuah ironi yang menyedihkan. Kali itu saya sadar melihat lautan manusia di stadion Gelora Bung Karno. Dengan semua pernak-pernik merah putih, rakyat Indonesia berdiri tegak membela negaranya. Tak peduli dengan harga tiket ratusan ribu, tak peduli harus menjemur diri waktu mengantri, tak peduli ada pekerjaan esok pagi, Kami semua tetap berdiri dengan merah putih di dada kami. Kami tak pernah lagi ikut ceremony di senin pagi, kami bukan pengibar bendera di hari merdeka, kami bukan pemimpin upacara di hari kebangkitan nasional. Tapi carilah kami di semua pertandingan Indonesia, Suara kami tak pernah berhenti menggema meneriakkan satu kata “INDONESIA”. Kami mungkin dicela, kami dianggap tak beradab, melakukan bakar-bakar dan merusak. Sebenarnya kami hanya ingin katakan “ Kami Kecewa”. Dengan segala pengorbanan yang kami lakukan, kami tak rela pulang dengan kekalahan.  Kekalahan yang harus diceritakan pada anak kami bah...

Mengingat yang Lalu

Entah kenapa hari ini.. saya mengingat masa yang telah lalu.. masa dimana dengan semangat juang yang tinggi.. pergi menyambut asa.. bersama dengan segelintir orang.. yang sudah tak lagi peduli dengan apa yang terjadi di sekitar.. yang diingat hanya latihan dan kemenangan.. pukulan-pukulan tak terelakkan dari kawan.. serasa seperti ungkapan sayang.. malam demi malaam dilalui bersama.. tak peduli kata orang.. tak peduli bagaimana orang hendak menjatuhkan kami.. kami tetap berdiri.. Semangat demi semangat yang saling ditularkan.. terasa nyata di hati.. bahwa bukan sekedar basa-basi.. tapi sebuah kesungguhan hati.. Suasana hari itu.. dimana tak ada siapapun yang menjadi tempat bergantung.. akhirnya kita saling bergandeng tangan.. saling membantu dan berharap.. tak peduli dengan hasil yang didapat.. kami selalu pulang dengan penuh semangat.. semangat untuk menghabiskan malam-malam berikutnya.. tak pernah kutemukan lagi suasana itu.. malam-malam itu.. candaan itu.. ...