Langsung ke konten utama

feels alone

"pernahkah kau merasa...
hatimu hampa..."

rasanya gw sekarang lagi begitu..
gtw penyebabnya apah..
ternyata ngerasa hampa tuh kaya gini..

feels alone...
i fells alone..

gw takut kali ya...
takut gw ky g berarti..
takut klo orang2 sebenernya gbs nerima kaya gni..

yah..ketakutan gw terbesar adalah gw takut pas gw mati orang gda yang dateng..

atau ni semua gara-gara bis sibuk banget tiba2 gw gda kerjaan..
gw gatau deh..

ato kehampaan ini karne gw ngerasa blom dapet apa2..
cz sjak gw kulyah gw selalu ngarep sesuatu..

ato kehampaan ni..
gara-gara iri ma orang lain..
iri ma kehidupan orang lain..

ato kehampaan ini..
gara2 gda someone special buat gw..
gw gtau..

banyak kemungkinan..
tapi gw gatau yang mana yang bener..
maybe gw harus berubah..
tapi gw g yakin..

gw dulu slalu percaya kalo pnampilan g penting..
tapi sekarang...disini...
kepercayaan itu berubah..


Gak da seseorang yang mau ngeliat lw..
kalo lw bukan siapa-siapa..

dan gw g suka g jadi apa-apa..
gw mau hidup..gw mau seneng..
apa yang salah ma hidup gw..
apa yang salah ma diri gw...

Komentar

  1. you are not alone.
    don't ever feel like that, anymore.

    you are not "nothing",
    I felt that.
    because, from all of "us", I just always feel jealous with you, and I don't know why.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bom Sarinah: Dari Gagalnya Intelijen Hingga Counter-Terrorism ala Netizen

Welcome 2016!! Rupanya tahun 2016 dibuka dengan suatu kejadian luar biasa di Jakarta. Pada tanggal 14 Januari 2016 terjadi teror bom di Sarinah. Mungkin kalian sudah melihat dan membaca berita mengenai hal tersebut dimana-mana. Bahkan pihak Humas Polda Metro Jaya sudah mengeluarkan kronologi kejadian pada hari tersebut (mungkin bisa dibaca disini ). Sasaran dari teror bom tersebut adalah Starbucks Cafe dan Pos Polisi. Korban meninggal akibat aksi terorisme ini berjumlah 7 orang. Sebelumnya saya akan mengingatkan bahwa tulisan saya agak-agak akademis hahahha. Sebab kali ini saya memutuskan untuk memberikan opini saya sendiri terkait kejadian ini. Kegagalan Badan Intelijen Baiklah.. ini memang menjadi pertanyaan besar ketika suatu aksi terorisme terjadi di suatu negara. Tentu ingat kan bom Paris yang menghebohkan di tahun lalu, pertanyaan yang muncul juga "apakah badan intelijen Paris kecolongan?" menurut saya itu mungkin. Tetapi seorang teman saya mengatakan "Bisa saja...

Nasionalisme Kami, Nasionalisme Bola

Entah sebuah kebahagiaan atau sebuah ironi yang menyedihkan. Kali itu saya sadar melihat lautan manusia di stadion Gelora Bung Karno. Dengan semua pernak-pernik merah putih, rakyat Indonesia berdiri tegak membela negaranya. Tak peduli dengan harga tiket ratusan ribu, tak peduli harus menjemur diri waktu mengantri, tak peduli ada pekerjaan esok pagi, Kami semua tetap berdiri dengan merah putih di dada kami. Kami tak pernah lagi ikut ceremony di senin pagi, kami bukan pengibar bendera di hari merdeka, kami bukan pemimpin upacara di hari kebangkitan nasional. Tapi carilah kami di semua pertandingan Indonesia, Suara kami tak pernah berhenti menggema meneriakkan satu kata “INDONESIA”. Kami mungkin dicela, kami dianggap tak beradab, melakukan bakar-bakar dan merusak. Sebenarnya kami hanya ingin katakan “ Kami Kecewa”. Dengan segala pengorbanan yang kami lakukan, kami tak rela pulang dengan kekalahan.  Kekalahan yang harus diceritakan pada anak kami bah...

Mengingat yang Lalu

Entah kenapa hari ini.. saya mengingat masa yang telah lalu.. masa dimana dengan semangat juang yang tinggi.. pergi menyambut asa.. bersama dengan segelintir orang.. yang sudah tak lagi peduli dengan apa yang terjadi di sekitar.. yang diingat hanya latihan dan kemenangan.. pukulan-pukulan tak terelakkan dari kawan.. serasa seperti ungkapan sayang.. malam demi malaam dilalui bersama.. tak peduli kata orang.. tak peduli bagaimana orang hendak menjatuhkan kami.. kami tetap berdiri.. Semangat demi semangat yang saling ditularkan.. terasa nyata di hati.. bahwa bukan sekedar basa-basi.. tapi sebuah kesungguhan hati.. Suasana hari itu.. dimana tak ada siapapun yang menjadi tempat bergantung.. akhirnya kita saling bergandeng tangan.. saling membantu dan berharap.. tak peduli dengan hasil yang didapat.. kami selalu pulang dengan penuh semangat.. semangat untuk menghabiskan malam-malam berikutnya.. tak pernah kutemukan lagi suasana itu.. malam-malam itu.. candaan itu.. ...